Subscribe via RSS Feed

Kurikulum

YAYASAN PENGEMBANGAN UMAT ASH SHIDIQ

SEKOLAH DASAR ISLAM TERPADU

UMAR BIN KHATHAB

Jl. Juwana-Jakenan KM 3. Juwana, E-mail : sditumar@gmail.com, ( (0295) 474 431

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

  1. A.    Latar Belakang

     Kurikulum merupakan seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), Departemen Pendidikan Nasional telah menetapkan kerangka dasar Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Standar Kompetensi (SK), dan Kompetensi Dasar (KD).

 

KTSP merupakan kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan. Pengembangannya harus berdasarkan satuan pendidikan, potensi daerah, atau karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat setempat dan peserta didik.

 

Pemberlakuan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Pengelolaan pendidikan yang semula bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Desentralisasi pengelolaan pendidikan dengan diberikannya wewenang kepada satuan pendidikan untuk menyusun kurikulumnya mengacu pada Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, yaitu Pasal 3 tentang fungsi dan tujuan pendidikan nasional dan Pasal 35 mengenai standar nasional pendidikan.

 

Desentralisasi pengelolaan pendidikan yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan kondisi daerah harus segera dilaksanakan. Bentuk nyata desentralisasi pengelolaan pendidikan adalah diberikannya kewenangan kepada satuan pendidikan untuk mengambil keputusan berkenaan dengan pengelolaan pendidikan, seperti dalam pengelolaan kurikulum, baik dalam penyusunan maupun pelaksanaannya di satuan pendidikan.

 

Satuan pendidikan merupakan pusat pengembangan budaya. Kurikulum SD IT Umar Bin Khathab Juwan tahun ini mengembangkan nilai-nilai budaya dan karakter bangsa serta kepribadian muslim sebagai satu kesatuan kegiatan pendidikan yang terjadi di sekolah. Nilai-nilai yang dimaksud di antaranya:  menerapkan kehidupan Islami dalam sekolah, seperti Sholat, budaya saling bersalaman, memperhatikan adab dalam berbagai kegiatan sesuai dengan ketentuan, budaya antri dalam kegiatan wudhu dan makan, berdoa dengan khusyu setelah selesai sholat, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli sosial dan lingkungan, serta tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut tidak diajarkan sebagai mata pelajaran tertentu tetapi diintegrasikan pada setiap pembelajaran maupun kegiatan pengembangan diri. Strategi penyampaiannya tidak bersifat informatif tetapi lebih bersifat pembiasaan dan keteladanan. Keteladanan dari pendidik an pembiasaan akhalqul karimah sangat menentukan keberhasilan pengembangan nilai-nilai budaya Islami dan karakter bangsa di SD IT Umar Bin Khathab Juwana

  1. B.       Pengembangan Kurikulum

Pengembangan Kurikulum Sekolah mengacu pada standar nasional pendidikan dengan tujuan menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas standar isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan. Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum.

Komponen Kurikulum Sekolah terdiri dari:

(a)  Tujuan Pendidikan Sekolah

(b) Struktur dan Muatan Kurikulum

(c)  Kalender Pendidikan

(d) Silabus

(e)  Program Tahunan dan Semester

(f)  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

 

  1. C.    Landasan

1.  Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan

2.  Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan

3.  Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

4.  Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

5.  Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2006 Tentang Pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 Tentang Standar Isi Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Peraturan Menteri Pendidikan nasional Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2006 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah

 

  1. D.    Tujuan Pengembangan Kurikulum
    1. Memberikan acuan kepada kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya yang ada di sekolah dalam mengembangkan program-program yang akan dilaksanakan.
    2. Memberikan kesempatan kepada peserta didik seluas-luasnya untuk :

a.  Belajar untuk beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,

b.  Belajar untuk memahami dan menghayati,

c.  Belajar untuk mampu melaksanakan dan berbuat secara efektif,

d.  Belajar untuk hidup bersama dan berguna untuk orang lain, dan

e. Belajar untuk membangun dan menemukan jati diri melalui proses belajar yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan.

 

  1. E.     Prinsip Pengembangan Kurikulum
    1. Berpusat pada potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya.

Kurikulum dikembangkan berdasarkan prinsip bahwa peserta didik memiliki posisi sentral untuk mengembangkan kompetensinya agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mendukung pencapaian tujuan tersebut pengembangan kompetensi peserta didik disesuaikan dengan potensi, perkembangan, kebutuhan, dan kepentingan peserta didik serta tuntutan lingkungan. Memiliki posisi sentral berarti kegiatan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

  1. Beragam dan terpadu

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah, jenjang dan jenis pendidikan, serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan jender. Kurikulum meliputi substansi komponen muatan wajib kurikulum, muatan lokal, dan pengembangan diri secara terpadu, serta disusun dalam keterkaitan dan kesinambungan yang bermakna dan tepat antarsubstansi.

 

  1. Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni

Kurikulum dikembangkan atas dasar kesadaran bahwa ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang berkembang secara dinamis. Oleh karena itu, semangat dan isi kurikulum memberikan pengalaman belajar peserta didik untuk mengikuti dan memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.

  1. Relevan dengan kebutuhan kehidupan

Pengembangan kurikulum dilakukan dengan   melibatkan pemangku kepentingan (stakeholders) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan, termasuk di dalamnya kehidupan  kemasyarakatan, dunia usaha dan  dunia kerja. Oleh karena itu, pengembangan keterampilan pribadi,  keterampilan  berpikir, keterampilan sosial, keterampilan akademik, dan keterampilan vokasional merupakan keniscayaan.

  1. Menyeluruh dan berkesinambungan

Substansi kurikulum mencakup keseluruhan dimensi kompetensi,   bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan antarsemua jenjang pendidikan.

  1. Belajar sepanjang hayat

Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung sepanjang hayat. Kurikulum mencerminkan keterkaitan antara unsur-unsur pendidikan formal, nonformal, dan informal  dengan memperhatikan kondisi dan tuntutan lingkungan yang selalu berkembang serta arah pengembangan manusia seutuhnya.

  1. Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan kepentingan nasional dan kepentingan daerah untuk membangun kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kepentingan nasional dan kepentingan daerah harus saling mengisi dan memberdayakan sejalan dengan motto Bhineka Tunggal Ika dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

 

  1. F.     Pengertian Istilah

1.  Kurikulum

Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

2.  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP )

Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah kurikulum operasional yang disusun oleh dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan. KTSP terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus.

 

3.  Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan / atau kelompok matapelajaran / tema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar kedalam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

 

4. Program Tahunan dan Program Semesteran

Program Tahunan adalah program pembelajaran yang disusun oleh guru selama satu tahun kedepan dengan menampilkan secara jelas tentang alokasi waktu atau jumlah tatap muka (JPL) suatu SK, KD.

Program Semesteran adalah program pembelajaran yang disusun oleh guru selama satu semester dengan menampilkan secara jelas tentang kapan ( tanggal ) suatu SK, KD dibelajarkan kepada peserta didik, waktu evaluasi, review dan program pengayaan.

 

 

5.  Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran adalah perencanaan proses pembelajaran yang dibuat oleh guru untuk setiap kali akan membelajarkan suatu KD atau Indikator KD kepada peserta didik, yang memuat sekurang-kurangnya nama mata pelajaran, alokasi waktu, SK, KD, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TUJUAN PENDIDIKAN

 

A.   Tujuan Pendidikan Dasar

Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

 

B.   Visi dan Misi Sekolah

1. Visi

“Terwujudnya Generasi yang Berilmu, Peka, Dinamis dan Kompetitif “

 

2. Misi

  1. Melaksanakan pendidikan integral yang berbasis pada penumbuhan kesadaran moral dan intelektual serta dasar-dasar Life Skill agar peserta didik mampu berkembang secara utuh dan seimbang
  2. Menyelenggarakan dan menumbuhkembangkan pembiasaan Islami dalam kehidupan sehari-hari selama dalam waktu pembelajaran di sekolah
  3. Menyelenggarakan proses pembelajaran yang berasas pada PAIKEMMan (Pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektiv, Menyenangkan dan Manusiawi)
  4. Memfasiliatasi dan memotivasi orang tua siswa untuk berperan secara aktif dalam pembinaan siswa dalam kondisi yang telah disepakati dengan sekolah ketika siswa berada di lingkungan rumah
  5. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan ajaran Islam serta wawasan budaya bangsa sehingga menjadikannya sebagai sumber inspirasi kearifan dalam berpikir dan bertindak
  6. Menumbuhkembangkan semangat untuk selalu meningkatkan prestasi akademik dan non-akademik sehingga mampu mencapai keunggulan berlomba dalam berbagai even dengan cara yang sehat
  7. Memotivasi dan membantu peserta didik untuk mengenali potensi diri dan kekurangannya sehingga mampu berkembang secara mandiri
  8. Melaksanakan pengembangan manajemen sekolah yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan efektif
  9. Melaksanakan pengembangan perangkat pembelajaran dan bimbingan secara efektif (Kurikulum Sekolah, Silabus, RPP dll)
  10. Menjadikan Perpustakaan Sekolah sebagai taman bacaan yang menyenangkan sebagai Jendela Dunia
  11. Mengembangkan kapasitas keterampilan dan keilmuan para pendidik dan tenaga kependidikan secara proporsional dan professional.

3. Tujuan Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab

 

  1. Menanamkan dan mengawal perilaku seluruh warga sekolah yang disiplin, bermoral, santun, dan menjunjung tinggi nilai-nilai akhlaqul karimah dan tatakrama dalam pergaulan.
  2. Mewujudkan pola pendidikan Islam terpadu meliputi Pola hubungan komunikasi efektif Sekolah dan Orang tua, Pola pembinaan perilaku siswa di rumah dan sekolah, Pola pengintegrasian nilai-nilai Islamiyah dalam proses belajar dan membelajarkan di sekolah serta Keterpaduan antara ilmu, teknologi dan akhlaqul karimah.
  3. Tercapainya nilai rata-rata rapor peserta didik kelas I sampai VI sebesar 70
  4. 75 % lulusan memiliki nilai yang kompetitif untuk melanjutkan di SMP unggulan.
  5. Meraih peringkat 3 besar kejuaraan lomba-lomba keagamaan tingkat kecamatan dan Regional IV JSIT
  6. Meraih peringkat 3 besar berbagai lomba karya ilmiah tingkat kecamatan dan Regional IV JSIT
  7. Meraih pringkat 3 besar tingkat kecamatan Festival Kompetensi Mata Pelajaran
  8. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan lomba peserta didik berprestasi
  9. Memiliki tim dai kecil, wartawan junior, kesenian, olahraga, dan pramuka yang solid
  10. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan lomba Dokter Kecil dan Sekolah Sehat
  11. Meraih peringkat 3 besar tingkat kecamatan dalam lomba-lomba olahraga, seni, budaya, dan perpustakaan
  12. Menciptakan iklim profesionalisme dalam bertugas baik secara administratif maupun secara praktis, dengan sebesar-besarnya memfasilitasi seluruh warga sekolah untuk mengembangkan aspek keilmuan, keterampilan dan teknologi
  13. Menjadikan sekolah dan seluruh warganya yang haus untuk belajar dan saling membelajarkan secara professional dengan memanfaatkan sebesar-besarnya fasilitas dan potensi yang ada di dalam dan luar lingkungan sekolah
  14. Mewujudkan budaya peduli lingkungan sekolah yang bersih, indah, sejuk, dan nyaman yang mendukung terselenggaranya kegiatan belajar mengajar secara optimal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM

 

  1. A.    Struktur Kurikulum

Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh oleh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalaman muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian integral dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.

Khusus menyangkut pembentukan Kepribadian Muslim, sistem pendidikan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana didesain untuk mendorong peserta didik agar mulai terbiasa mengamalkan sikap-sikap dari kepribadian muslim itu. Sementara untuk  pengembangan kemampuan dasar iptek dan keterampilan bahan ajar mengacu kepada kurikulum Departemen Pendidikan Nasional, sedangkan bahan ajar  pengenalan wawasan Islam mengacu kepada Kurikulum Departemen Pendidikan Nasional disesuaikan dengan kurikulum khas Jaringan Sekolah Islam Terpadu ( JSIT ) . Struktur kurikulum SD IT Umar Bin Khathab disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran sebagai berikut :

 

No

Komponen

Alokasi waktu JP Tiap Kelas

I

II

III

IV

V

VI

A

1

2

3

4

5

6

7

8

Mata PelajaranPendidikan Agama Islam

Pendidikan Kewarganegaraan

Bahasa Indonesia

Matematika

Ilmu Pengetahuan Alam

Ilmu Pengetahuan Sosial

Seni Budaya dan Ketrampilan

Pendidikan Jasmani, olahraga dan Kesehatan

3

2

6

8

3

3

3

2

3

2

6

8

3

3

3

2

3

2

6

6

4

3

3

2

3

2

6

6

4

3

4

4

3

2

6

6

4

3

4

4

3

2

8

8

6

3

2

2

B

9

10

11

Mulok :Bahasa Jawa

Seni Suara Daerah

Bahasa Inggris

2

2

-

2

2

-

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

C

12

13

14

15

16

17

Pelajaran KhususAl Qur’an

Bilingual

Bahasa Arab

Teknologi Informasi dan Komunikasi

Baca Tulis Al-Qur’an

Pramuka SIT

8

2

-

2

2

2*)

8

2

-

2

2

2*)

8

-

2

2

1

2*)

8

-

2

2

-

2*)

8

-

2

2

-

2*)

8

-

2

2

-

-

D

17

18

Pengembangan DiriEkstra kurikuler

Bimbingan UASBN

2*)

-

2*)

-

2*)

-

2*)

-

2*)

-

-

4

E

19

20

Pembinaan Khusus Non Jam PelajaranMentoring
Murajaah Qur’an – Hadits

ü

ü

ü

ü

ü

ü

ü

ü

ü

ü

ü

ü

Jumlah

54

54

54

54

54

54

*) Ekuivalen 2 Jam Pembelajaran

Keterangan :

  1. Kurikulum SD IT memuat 8 mata pelajaran, 3 muatan lokal, 6 pelajaran Khusus, 2  pengembangan diri dan 3 kegiatan Pembinaan Khusus Non Jam Pelajaran.
  2. Alokasi waktu setiap 1 ( satu ) jam pelajaran 35 menit.
  3. Pembelajaran Kelas 1, 2 dan kelas 3 menggunakan pendekatan Tematik. ( Alokasi waktu diatur sendiri oleh sekolah )
  4. Pembelajaran Kelas  4, 5, dan 6 menggunakan pendekatan Mata Pelajaran
  5. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34-38 minggu.
  6. Substansi mata pelajaran IPA dan IPS merupakan “IPA”dan “IPS” Terpadu.
  7. Substansi program kemampuan dasar  iptek dan keterampilan diarahkan dalam rangka pengembangan:

v  Kemampuan berbahasa khususnya bahasa pengantar (Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia atau Bahasa Arab) yang dicirikan oleh kemahiran peserta didik untuk menguraikan gagasan atau berkomunikasi baik secara lisan maupun tulisan. Kecakapan  berbahasa lainnya adalah kemampuannya memahami informasi yang disampaikan kepada peserta didik dan menguraikan kembali informasi tersebut.

v  Kemampuan memahami ilmu pengetahuan dasar serta mengaitkannya ilmu dengan kondisi yang terjadi di sekitarnya.

v  Kemampuan daya pikir, daya cipta, dan ketrampilan yang ditunjukkan  oleh keinginan bertanya, berkreasi dan berinovasi terhadap sesuatu yang baru dan berbeda.

v  Kesehatan jasmani melalui pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan  serta peningkatan kemampuan peserta didik terhadap cabang olah raga yang diminati.

 

  1. Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan. Dalam penerapan materi Muatan Lokal, SD IT Umar Bin Khathab Juwana mengikuti kebijakan  Pemerintah Daerah dan menyertakan kekhasan sekolah yang terdiri atas:

(1)      Mulok Provinsi     : Bahasa Jawa

(2)      Mulok Kabupaten            : Seni Suara Daerah

(3)      Mulok Sekolah     : Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Al Qur’an,  Baca Tulis Al-Qur’an, Teknologi Informasi dan Komunikasi, Mentoring, Murojaah, Pramuka SIT

 

  1. Substansi program yang diarahkan dalam rangka pembentukan kepribadian Muslim  meliputi :

(1)      Penguatan aqidah melalui pendekatan konsep dasar keimanan yaitu keimanan kepada Allah, Malaikat, Kitab, Rasul, Hari Kiamat dan Qadla baik dan buruk. Termasuk di dalamnya penjelasan tentang jati diri sebagai seorang mukmin dan muslim, serta penanaman konsep dasar kehidupan manusia berdasarkan Al Qur’an dan As sunah, yaitu dari mana ia, mau ke mana dan untuk apa hidup di dunia.

(2)      Pembiasaan perilaku dan akhlaqul karimah dalam setiap aktivitasnya baik di dalam lingkungan sekolah , keluarga dan masyarakat, berdasarkan tuntunan Al Qur’an dan As Sunah, keteladanan dari shahabat dan shalafus shalih menuju kebahagiaan hidup dunia dan akhirat yang diridhai Allah swt.

(3)      Pembiasaan pengamalan fiqih fardiyah sederhana seperti wudlu, shalat berjamaah, dan berdzikir.

(4)      Penanaman konsep halal dan haram serta memahamkan hukum-hukum ibadah dan muammalah dalam konteks hukum wajib, sunah, mubah, makruh dan haram serta bagaimana penerapan dan prioritasnya.

 

  1. Substansi program yang diarahkan dalam rangka pengenalan dasar-dasar Wawasan Islam  meliputi pemahaman mengenai aqidah, ibadah, adab-adab, akhlak, muamalah, dan hukum-hukum yang terkait dengannya.

(1)      Hafalan ayat al-quran, hadits, dan doa-doa harian

(2)      Peningkatan kemampuan baca tulis huruf Hija’iyah

(3)      Pengenalan bahasa Arab

(4)      Pengenalan shirah nabawiyah dan shalafushshalih

 

  1. B.     Muatan Kurikulum

1.   Mata pelajaran

1.1.  Pendidikan Agama Islam

a. Tujuan :

a.   Menumbuhkembangkan akidah melalui pemberian, pemupukan, dan pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan, serta pengalaman peserta didik tentang agama Islam sehingga menjadi manusia muslim yang terus berkembang keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT;

b.  Mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama  dan berakhlak mulia  yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas, produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh), menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta mengembangkan budaya agama dalam komunitas sekolah

b. Ruang Lingkup

Ruang lingkup Pendidikan Agama Islam meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

  1. Al-Qur’an dan Hadits
  2. Aqidah
  3. Akhlak
  4. Fiqih
  5. Tarikh dan Kebudayaan Islam

 

1.2.  Pendidikan Kewarganegaraan ( PKn )

   a. Tujuan :

Mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Berpikir secara kritis, rasional, dan kreatif dalam menanggapi isu kewarganegaraan.
  2. Berpartisipasi secara aktif dan bertanggung jawab, dan bertindak secara cerdas dalam    kegiatan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta anti-korupsi
  3. Berkembang secara positif dan demokratis untuk membentuk diri berdasarkan karakter-karakter masyarakat Indonesia agar dapat hidup bersama dengan bangsa-bangsa lainnya
  4. Berinteraksi dengan bangsa-bangsa lain dalam percaturan dunia secara langsung atau     tidak langsung dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi

 

b.   Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Persatuan dan Kesatuan bangsa, meliputi: Hidup rukun dalam perbedaan, Cinta lingkungan, Kebanggaan sebagai bangsa Indonesia, Sumpah Pemuda, Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Partisipasi dalam pembelaan negara,  Sikap positif terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia, Keterbukaan dan jaminan keadilan
  2.  Norma, hukum dan peraturan, meliputi:  Tertib dalam kehidupan keluarga, Tata tertib di sekolah, Norma yang berlaku di masyarakat, Peraturan-peraturan daerah, Norma-norma dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, Sistim hukum  dan peradilan nasional, Hukum dan peradilan internasional
  3. Hak asasi manusia meliputi: Hak dan kewajiban anak,  Hak dan kewajiban anggota masyarakat, Instrumen nasional dan internasional HAM, Pemajuan, penghormatan dan perlindungan HAM
  4. Kebutuhan  warga negara meliputi: Hidup gotong royong, Harga diri sebagai warga masyarakat, Kebebasan berorganisasi, Kemerdekaan mengeluarkan pendapat, Menghargai keputusan bersama, Prestasi diri , Persamaan kedudukan warga negara
  5. Konstitusi Negara meliputi: Proklamasi kemerdekaan dan konstitusi yang pertama,  Konstitusi-konstitusi yang pernah digunakan di  Indonesia, Hubungan dasar negara dengan konstitusi
  6. Kekuasan dan Politik, meliputi: Pemerintahan desa dan kecamatan, Pemerintahan daerah dan otonomi, Pemerintah pusat,  Demokrasi dan sistem politik, Budaya politik, Budaya demokrasi menuju masyarakat madani, Sistem pemerintahan, Pers dalam masyarakat demokrasi
  7. Pancasila meliputi: kedudukan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi negara, Proses perumusan Pancasila sebagai dasar negara, Pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, Pancasila sebagai ideologi terbuka
  8. Globalisasi meliputi: Globalisasi di lingkungannya, Politik luar negeri Indonesia di era globalisasi, Dampak globalisasi, Hubungan internasional dan organisasi internasional,  dan Mengevaluasi globalisasi.

 

 

1.3.Bahasa Indonesia

  1. a.      Tujuan

Mata pelajaran Bahasa Indonesia bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :

  1. Berkomunikasi secara efektif dan efisien sesuai dengan etika yang berlaku, baik secara lisan maupun tulis
  2. Menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara
  3. Memahami bahasa Indonesia dan menggunakannya dengan tepat dan kreatif untuk berbagai tujuan
  4. Menggunakan bahasa Indonesia untuk meningkatkan kemampuan  intelektual, serta kematangan emosional dan sosial
  5. Menikmati dan memanfaatkan karya sastra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa
  6. Menghargai dan membanggakan sastra Indonesia sebagai khazanah budaya dan intelektual manusia Indonesia.

 

 

  1. b.      Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Bahasa Indonesia mencakup komponen kemampuan berbahasa dan kemampuan bersastra yang meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

1.  Mendengarkan

  1. Berbicara
  2. Membaca
  3. Menulis

Pada akhir pendidikan di SD IT Umar Bin Khathab, peserta didik diharapkan telah membaca sekurang-kurangnya sembilan buku sastra dan nonsastra.

 

1.4.    Matematika

a.   Tujuan

Mata pelajaran matematika bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antarkonsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah
  2. Menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan  matematika
  3. Memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh
  4. Mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah
  5. Memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam mempelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

b.   Ruang Lingkup

Mata pelajaran Matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

  1. Bilangan
  2. Geometri dan pengukuran

3.  Pengolahan data

 

 

1.5. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam

a.  Tujuan

Mata Pelajaran IPA di SD IT Umar Bin Khathab bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Memperoleh keyakinan terhadap kebesaran Allah swt berdasarkan keberadaan, keindahan dan keteraturan alam ciptaan-Nya serta memperoleh komponen penyusun pondasi keimanan yang kuat.
  2. Mengembangkan pengetahuan dan pemahaman konsep-konsep IPA yang bermanfaat dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
  3. Mengembangkan rasa ingin tahu, sikap positip  dan kesadaran tentang adanya hubungan yang saling mempengaruhi antara IPA, lingkungan,  teknologi dan masyarakat
  4. Mengembangkan keterampilan proses untuk menyelidiki alam sekitar, memecahkan masalah dan membuat keputusan
  5. Meningkatkan kesadaran untuk berperanserta dalam memelihara, menjaga dan melestarikan lingkungan alam
  6. Meningkatkan kesadaran untuk menghargai alam dan segala keteraturannya sebagai salah satu bukti kebesaran dan keberadaan Allah swt
  7. Memperoleh bekal pengetahuan, konsep dan keterampilan IPA sebagai dasar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

 

 

b.  Ruang Lingkup

Ruang Lingkup bahan kajian IPA untuk SD IT Umar Bin Khathab meliputi aspek-aspek berikut.

  1. Makhluk hidup dan proses kehidupan, yaitu manusia, hewan, tumbuhan dan interaksinya dengan lingkungan,  serta kesehatan
  2. Benda/materi, sifat-sifat dan kegunaannya meliputi: cair, padat dan gas
  3. Energi dan perubahannya meliputi: gaya, bunyi, panas, magnet, listrik, cahaya dan pesawat sederhana
  4. Bumi dan alam semesta meliputi: tanah, bumi, tata surya, dan benda-benda langit lainnya.

 

 

1.6. Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial

aTujuan

Mata pelajaran IPS bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

1.  Mengenal  konsep-konsep yang berkaitan dengan kehidupan  masyarakat dan lingkungannya

2.  Memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin tahu,  inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan sosial

3.  Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial dan kemanusiaan

4.  Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di tingkat lokal, nasional, dan global.

b.   Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran IPS meliputi aspek-aspek sebagai berikut.

1.   Manusia, Tempat, dan Lingkungan

2.   Waktu, Keberlanjutan, dan Perubahan

3.  Sistem Sosial dan Budaya

4.  Perilaku Ekonomi dan Kesejahteraan.

 

1.7.Mata Pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan

a.  Tujuan

Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

1.  Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan

2.  Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan

3.  Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan

4.  Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional, maupun global.

b.  Ruang Lingkup

Mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

  1. Seni rupa, mencakup pengetahuan, keterampilan, dan nilai dalam menghasilkan karya seni berupa lukisan, patung, ukiran, cetak-mencetak, dan sebagainya
  2. Seni musik, mencakup kemampuan untuk menguasai olah vokal, memainkan alat musik, apresiasi karya musik
  3. Seni tari, mencakup keterampilan gerak berdasarkan olah tubuh dengan dan tanpa rangsangan bunyi, apresiasi terhadap gerak tari
  4. Seni drama, mencakup keterampilan pementasan dengan memadukan seni musik, seni tari dan peran
  5. Keterampilan, mencakup segala aspek kecakapan hidup ( life skills ) yang meliputi keterampilan personal, keterampilan sosial, keterampilan vokasional dan keterampilan akademik.

 

Di antara keempat bidang seni yang ditawarkan, minimal diajarkan satu bidang seni sesuai dengan kemampuan sumberdaya manusia serta fasilitas yang tersedia. Di SD IT Umar dibelajarkan seni musik ( bermain musik dan nasyid), seni rupa ( lukis dan kaligrafi ),  dan seni drama dan peserta didik diberi kesempatan untuk memilih bidang seni yang akan diikutinya. Mata pelajaran Keterampilan ditekankan pada keterampilan vokasional, khusus kerajinan tangan dalam hal ini sekolah membelajarkan kreasi tata boga dan tata busana ( perancangan busana dan batik sederhana).

 

1.8. Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

a.   Tujuan

Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut.

  1. Mengembangkan keterampilan pengelolaan diri dalam upaya pengembangan dan pemeliharaan kebugaran jasmani serta pola hidup sehat melalui berbagai aktivitas jasmani dan olahraga yang terpilih
  2. Meningkatkan pertumbuhan fisik dan pengembangan psikis yang lebih baik.
  3. Meningkatkan kemampuan dan keterampilan gerak dasar
  4. Meletakkan landasan karakter moral yang kuat melalui internalisasi nilai-nilai yang terkandung di dalam pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan
  5. Mengembangkan sikap sportif, jujur, disiplin, bertanggungjawab, kerjasama, percaya diri dan demokratis
  6. Mengembangkan keterampilan untuk menjaga keselamatan diri sendiri, orang lain dan lingkungan
  7. Memahami konsep aktivitas jasmani dan olahraga di lingkungan yang bersih sebagai informasi untuk mencapai pertumbuhan fisik yang sempurna, pola hidup sehat dan kebugaran, terampil, serta memiliki sikap yang positif.

b.   Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Pendiidikan Jasmani, Olahraga dan  Kesehatan meliputi aspek-aspek sebagai berikut :

  1. 1.    Permainan dan olahraga meliputi: olahraga tradisional, permainan. eksplorasi gerak, keterampilan lokomotor non-lokomotor,dan manipulatif, atletik, kasti, rounders, kippers, sepak bola, bola basket, bola voli, tenis meja, tenis lapangan, bulu tangkis, dan beladiri, serta aktivitas lainnya
  2. 2.    Aktivitas pengembangan meliputi: mekanika sikap tubuh, komponen kebugaran jasmani, dan bentuk postur tubuh serta aktivitas lainnya
  3. 3.    Aktivitas senam meliputi: ketangkasan sederhana, ketangkasan tanpa alat, ketangkasan dengan alat, dan senam lantai, serta aktivitas lainnya
  4. 4.    Aktivitas ritmik meliputi: gerak bebas, senam pagi, SKJ, dan senam aerobic serta aktivitas lainnya
  5. 5.    Aktivitas air meliputi: permainan di air, keselamatan air, keterampilan bergerak di air,  dan renang serta aktivitas lainnya
  6. 6.    Pendidikan luar kelas, meliputi: piknik/karyawisata, pengenalan lingkungan, berkemah, menjelajah, dan mendaki gunung

Kesehatan, meliputi penanaman budaya hidup sehat dalam kehidupan sehari- hari, khususnya yang terkait dengan perawatan tubuh agar tetap sehat, merawat lingkungan yang sehat, memilih makanan dan minuman yang sehat, mencegah dan merawat cidera, mengatur  waktu istirahat yang tepat dan berperan aktif dalam kegiatan  P3K dan UKS. Aspek kesehatan merupakan aspek tersendiri, dan secara implisit masuk ke dalam semua aspek.

 

 

2.    Muatan Lokal

Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi daerah, termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak sesuai menjadi bagian dari mata pelajaran lain dan/atau terlalu banyak sehingga harus menjadi mata pelajaran tersendiri. Berdasarkan SK Gubernur Jawa Tengah Nomor 895.5/01/2005 tanggal 23 Pebruari 2005 tentang Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa untuk jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK/MA baik negeri dan swasta, sebagai Mulok Wajib di Propinsi Jawa Tengah adalah Bahasa Jawa dan sekolah diberi keleluasaan untuk menambah mulok lain selama tidak melebihi beban belajar maksimal.

Berdasarkan hal tersebut di atas maka Mata Pelajaran Muatan Lokal di SD IT Umar Bin Khathab Juwana adalah :

  1. a.    Bahasa Jawa

Tujuan :

  • Mengembangkan kemampuan dan ketrampilan berkomunikasi peserta didik dengan menggunakan bahasa jawa.
  • Meningkatkan kepekaan dan penghayatan terhadap karya sastra daerahnya.
  • Memupuk tanggung jawab untuk melestarikan hasil kreasi budaya daerah sebagai salah satu unsur kebudayaan nasional.
  • Menikmati dan memanfaatkan karya satra untuk memperluas wawasan, memperhalus budi pekerti, serta meningkatkan pengetahuan dan kemampuan berbahasa.
  1. b.   Seni Suara Daerah : sesuai dengan Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pati Nomor : 421.2 / 3348 tanggal 22 November 2007 tentang Standar Isi Muatan Lokal Seni Suara Daerah Kabupaten Pati, dengan Tujuan :
  • Mengenalkan Seni Suara Daerah dalam rangka melestarikan budaya lokal.
  • Membekali peserta didik untuk memiliki jiwa seni dan kehalusan budi.
  • Menggunakan Seni Suara Daerah untuk meningkatkan kemampuan intelektual serta kematangaa emosional dan sosial.
  1. c.    Bahasa Inggris : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.1/SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2005 tentang Penetapan Muatan Lokal Bahasa Inggris dalam Kurikulum SD IT Umar Bin Khathab Juwana dengan tujuan :
  • Mengenalkan Bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi internasional.
  • Membekali peserta didik untuk menjawab tuntutan dalam rangka menyongsong era globalisasi.
  1. d.   Bahasa Arab : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.2 /SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2005 tentang Penetapan Muatan Lokal Bahasa Arab dalam Kurikulum SD IT Umar Bin Khathab Juwana, dengan tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
  • Menghafal minimal 600 kata.
  • Menulis tulisan Arab sesuai kaidah.
  • Berdialog dengan kalimat sederhana dalam bahasa Arab.
  • Membaca  literatur bahasa Arab.
  1. e.    Bilingual : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.6 /SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2007` tentang Penetapan Muatan Lokal Bilingual dalam Kurikulum SD IT Umar Bin Khathab khusus kelas I dan II sebagai pengganti pelajaran Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, dengan tujuan meringankan beban tagihan peserta didik terhadap pelajaran Bahasa Arab dan Bahasa Inggris dan memperkenalkan bahasa asing kepada anak dengan lebih simple dan integral.

 

  1. f.     Al Qur’an : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.7 /SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2010 tentang Penetapan Muatan Lokal Al Qur’an methode Ummi sebagai pengganti methode Qira’aty dalam Kurikulum SD IT Umar Bin Khathab Juwana dengan tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
  • Memahami cara baca Al Quran dengan baik dan benar sesuai dengan makhraj, fashohah dan tajwid.
  • Membaca Al Quran dengan tartil dan sesuai dengan kaidah tajwid yang benar.
  • Menghafal Juz 30.
  • Menghafal hadits dan doa-doa harian
  1. g.    Teknologi Informasi dan Komunikasi : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.3/SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2005 tentang Penetapan Muatan Lokal Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kurikulum Sekolah, SD IT Umar Bin Khathab Juwana dengan tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
  • Memahami teknologi informasi dan komunikasi.
  • Mengembangkan ketrampilan untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Mengembangkan sikap kritis, kreatif, apresiatif dan mandiri dlam peggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
  • Menghargai karya cipta di bidang teknologi informasi dan komunikasi.
  1. h.   Mentoring : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.4/SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2005 tentang Penetapan Muatan Lokal Mentoring dalam Kurikulum Sekolah, SD IT Umar Bin Khathab Juwana dengan tujuan  agar peserta didik memiliki kemampuan :
  • Memahami pentingnya amal kebaikan untuk bekal hidup di akhirat.
  • Membiasakan diri dengan memperbanyak melakukan amal kebaikan.
  • Mengevaluasi diri sudahkah amal kebaikan yang dilakukan lebih banyak dibanding amal keburukan ataupun amal yang sia-sia.

 

  1. i.      Pramuka SIT : Sesuai dengan Keputusan Kepala Sekolah Dasar Islam Terpadu Umar Bin Khathab Juwana No. 045.5/SD IT/K.M tanggal 01 Juni 2005 tentang Penetapan Muatan Lokal Pramuka SIT dalam Kurikulum Sekolah, SD IT Umar Bin Khathab Juwana dengan tujuan agar peserta didik memiliki kemampuan :
  • Memiliki semangat dalam beribadah.
  • Memiliki kekuatan, ketahanan dan keseimbangan fisik.
  • Menguasai pengetahuan umum dan wawasan keislaman.
  • Memiliki kedisiplinan, ketaatan, kesiapsiagaan, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan dalam segala kondisi.
  • Menerapkan nilai-nilai persaudaraan dan kerja sama dalam kebaikan.

 

3.  Kegiatan Pengembangan Diri

Pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan secara terstruktur, keteladanan, spontan dan terprogram. Kegiatan pengembangan diri secara terprogram dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. Perincian program pengembangan diri adalah sebagai berikut:

  1. Terstruktur

(1)   Ketaqwaan terhadap Allah swt. dengan bentuk kegiatan :

(a)    Praktik berwudlu, sholat sunah, shalat wajib, dan dzikir berjama’ah

(b)   Pengumpulan dana infaq Jumat

(c)    Pelaksanaan Sabtu Bersih

(d)   Penyelanggaraan pesantren Ramadhan dan pembagian bingkisan Idul Fitri

(e)    Penyelenggaraan latihan berkurban pada Idul Adha

(f)    Peringatan tahun baru Hijriah

(2)   Bela Negara dengan kegiatan :

(a)    Upacara bendera

(b)   Seni Peran khusus hari pahlawan

(c)    Mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dalam setiap kesempatan

(3)   Keilmuan :

(a)    Pengembangan wawasan keilmuan dengan kegiatan Kunjungan Belajar

(b)   Kunjungan ke perpustakaan sekolah secara rutin

(4)   Keteladanan

(a)   Saling mengucap salam dan jabat tangan kepada ustadz, ustadzah, karyawan, dan sesama teman setiap bertemu

(b)  Berdoa pada awal dan akhir kegiatan

(c)   Mematuhi tata tertib dan aturan dalam kegiatan di sekolah

(5)   Kemandirian

(a)    Mabit rutin setiap 3 bulan sekali

(b)   Makan bersama dengan memperhatikan adab-adab makan dan minum yang benar

(c)    Kultum rutin setelah selesai sholat dluhur. Peserta adalah seluruh siswa mulai dari kelas III s.d VI dengan jadual yang telah ditetapkan.

(d)   Belajar Bersama Masyarakat (BBM). Peserta adalah siswa kelas enam, sebagai pelatihan penanaman kemandirian, interaksi sosial dan pengamalan ilmu yang telah diperoleh.

  1. Insidental

Dalam bentuk kegiatan kesetiakawanan sosial dan peduli terhadap musibah atau bencana

 

  1. Terprogram

(1)   Peringatan hari-hari besar keagamaan, nasional, Internasional dan daerah

(2)   Kegiatan Pelayanan Konseling.

Penanggung jawab: Kepala Sekolah

Pelaksana Program : Waka Kesiswaan dan Guru BK

Kegiatan ini meliputi pelayanan :

  1. Bimbingan Kepribadian
  2. Bimbingan Sosial
  3. Bimbingan Belajar
    1. Bimbingan Karier dalam hal pengarahan bakat dan minat untuk menentukan pilihan sekolah yang lebih tinggi

(3)   Kegiatan ekstra kurikuler : kegiatan ini bersifat pilihan wajib ( satu siswa satu pilihan ) dimulai sejak kelas 1 hingga kelas VI. Pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler pada hari Sabtu

 

1. Kegiatan Olah Raga

  1. Sepak Bola
  2. Pencak Silat
  3. Tenis meja
  4. Renang
  5. Bulu Tangkis
  6. Taekwondo

2.  Kegiatan Seni

  1. Lukis
  2. Kaligrafi
  3. Batik
  4. Nasyid / Rebana
  5. Musik

 

3.  Kegiatan Keagamaan

  1. MAPSI
  2. Bahasa Arab

 

Mekanisme Pelaksanaan Pengembangan Diri

  1. Kegiatan Pengembangan diri diberikan di dalam jam pembelajaran.
  2. Kegiatan Pengembangan Diri dibina dan dibimbing oleh guru-guru yang memiliki kualifikasi yang baik berdasarkan Surat Keputusan Kepala Sekolah.
  3. Alokasi waktu pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Diri adalah 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 35 menit)
  4. Untuk kelas 6 diberikan kegiatan Bimbingan Belajar secara intensif untuk persiapan menghadapi UASBN.
  5. Kegiatan Pengembangan Diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada sekolah dan orang tua dalam bentuk nilai kualitatif ( A=Sangat baik, B=Baik, C=Cukup, D=Kurang  )

 

  1. Pengaturan Beban Belajar

Beban belajar menggunakan sistem paket. Sistem Paket adalah sistem penyelenggaraan program pendidikan yang peserta didiknya diwajibkan mengikuti seluruh program pembelajaran dan beban belajar yang sudah ditetapkan untuk setiap kelas sesuai dengan struktur kurikulum yang berlaku pada satuan pendidikan. Beban belajar setiap mata pelajaran pada Sistem Paket  dinyatakan dalam  satuan jam pembelajaran, dengan ketentuan maksimum 36 jam pelajaran per minggu dengan alokasi waktu setiap jam pembelajaran 35 menit.

5. Panduan Pelaksanaan

  1. A.      Panduan Pelaksanaan Belajar Mengajar Umum
    1. Kegiatan Belajar Mengajar

(1)   Peserta didik  diwajibkan mengikuti seluruh kegiatan belajar mengajar secara tertib dan teratur menurut ketentuan yang berlaku.

(2)   Kegiatan belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang sifatnya mengkaji dan menguasai teori dan praktik dari konsep dan prinsip suatu mata pelajaran dengan landasan nilai-nilai Islam.

(3)   Kegiatan belajar mengajar terdiri atas kegiatan tatap muka, terstruktur, dan mandiri.

(4)   Kegiatan tatap muka adalah kegiatan belajar mengajar terjadwal, ustadz/ustadzah dan peserta didik saling berkomunikasi secara langsung yang dapat berupa diskusi, ceramah, tanya jawab, atau kegiatan akademik lainnya.

(5)   Kegiatan terstruktur adalah kegiatan  belajar di luar jam terjadwal, peserta didik melaksanakan tugas dari dan dalam pengawasan ustadz/ustadzah berupa kegiatan-kegiatan penunjang yang ditugaskan.

(6)   Kegiatan mandiri adalah kegiatan belajar yang diatur oleh peserta didik sendiri untuk memperkaya pengetahuannya dalam rangka menunjang kegiatan terstruktur yang berupa belajar di perpustakaan, membaca buku acuan, buku anjuran, persiapan, dan latihan untuk pematangan materi bahasan kegiatan belajar mengajar dan lain-lain.

b.      Waktu Belajar

(1)   Jam belajar efektif kelas I-VI hari Senin – Jum’at dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 14.30 dengan struktur terlampir.

(2)   Jam belajar efektif kelas I-VI hari Sabtu dimulai pukul 07.00 dan diakhiri pukul 11.00 dengan struktur terlampir

 

c.   Penilaian Hasil Belajar

(1)   Penilaian mata pelajaran merupakan proses penentuan sejauh mana materi pelajaran dapat dipahami oleh peserta didik.  Penilaian ini dilakukan setiap akhir pelajaran dan atau berupa tes sumatif.  Metodenya dapat berupa tes lisan atau tes tertulis pada beberapa contoh peserta didik atau semua peserta didik.

(2)   Penilaian hasil belajar merupakan proses penentuan tingkat kelulusan peserta didik dalam menempuh program. Ada tiga tahap penilaian hasil belajar yaitu, Penilaian Hasil Belajar Akhir Semester, Penilaian Hasil Belajar Akhir Tahun, dan Penilaian Hasil Belajar Tahap  Akhir (lokal dan nasional).

(3)   Penilaian Hasil Belajar Akhir Semester merupakan proses penentuan tingkat prestasi belajar peserta didik dalam satu Semester.

(4)   Tingkat prestasi diukur dengan suatu Angka Mutu (AM) berskala 0 – 100. Angka Mutu satu semester yang  digunakan ditetapkan dengan sebuah surat keputusan Kepala Sekolah.

(5)   Penilaian Hasil Belajar Akhir Tahun merupakan proses penentuan bagi peserta didik untuk dapat melanjutkan ke jenjang kelas lebih tinggi di SD IT Umar Bin Khathab Juwana

(6)   Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir merupakan proses penentuan tingkat kelulusan peserta didik dalam menempuh seluruh mata pelajaran dalam kurikulum.

(7)   Peserta didik yang dinyatakan lulus dalam Penilaian Hasil Belajar Tahap Akhir berhak memperoleh ijazah SD IT Umar Bin Khathab Juwana.

 

  1. B.  Panduan Teknik Pembelajaran
a.      Agenda Belajar Harian
Awal belajar

(1)   Awal belajar dimulai dengan membariskan peserta didik pada pukul 07.00 di luar kelas yang dipimpin oleh ketua kelas dan Guru Kelas

(2)   Sebelum masuk kelas seluruh siswa melakukan wudhu secara bersama-sama dipandu oleh petugas dan wali kelasnya masing-masing

(3)   Peserta didik masuk ke dalam kelas dengan tertib sambil bersalaman dengan ustadz/ustadzah.

(4)   Setelah berada di dalam ruang kelas, Kegiatan Belajar dibuka dengan Muraja’ah dan Doa sebelum belajar dipimpin oleh wali kelas masing-masing kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan shalat Dhuha

(5)   Peserta didik menunaikan shalat Dhuha di dalam ruang kelas dengan penekanan pelafalan dan gerakan shalat yang tumakninah untuk kelas I dan II sedangkan kelas III – VI dilakukan di masjid.

(6)   Sebelum dan sesudah belajar berdoa bersama.  Senantiasa ustadz/ustadzah menyampaikan sebelum berdoa bahwa Allah swt. Maha Penolong dan Penyayang, semoga dimudahkan memahami pelajaran.

Selama Belajar di Kelas

(1)   Tatap muka dilakukan dengan menggunakan pendekatan pembelajaran PAIKEMMan dengan method Quantum Teaching

(2)   Selama belajar senantiasa dalam semangat menuntut ilmu dan berpegang kepada akhlak Islam.

(3)   Selama belajar senantiasa mematuhi aturan main atau kontrak belajar dan tata tertib yang telah dibuat dan disepakati bersama antara siswa dan ustadz/ah.

 

PANDUAN UMUM DALAM PEMBELAJARAN

Ketentuan panduan umum pembelajaran seluruh disiplin Ilmu secara global dapat dicermati pada uraian berikut.

(1)   Setiap pelajaran atau ilmu yang akan disampaikan kepada peserta didik harus diupayakan tidak bertentangan dengan ajaran Islam dan  Aqidah Islamiyah dengan memberikan penjelasan secara proporsional sesuai dengan taraf pemikiran anak ( Internalisasi nilai-nilai Islami ).

(2)   Pemilihan kalimat dalam membelajarkan suatu disiplin ilmu ditekankan selalu dikaitkan dengan istilah yang tidak jauh dari hal-hal yang dapat mendekatkan peserta didik dengan ajaran Islam.

(3)   Strategi pembelajaran sebesar-besarnya berpusat kepada peserta didik dan seorang guru adalah suri tauladan yang baik, dengan memegang prinsip “ Perbuatan lebih berkesan dan membekas daripada sekedar perkataan “

(4)   Dalam membelajarkan kepada setiap peserta didik harus menjunjung tinggi adab-adab yang telah disepakati secara Syar’i dan mudah dimengerti oleh peserta didik.

(5)   Dalam membelajarkan setiap disiplin ilmu harus memegang asas NYATA, MUDAH, DEKAT, MURAH dan MENYENANGKAN dengan memperbanyak contoh dan peraga yang relevan.

 

PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN MUSLIM

Pembentukan kepribadian muslim ditekankan pada penanaman 10 ( Sepuluh ) karakter pokok seorang muslim sebagai berikut :

  1. Salimul Aqidah yaitu penanaman nilai-nilai aqidah Islamiyah secara bertahap kepada peserta didik sesuai dengan taraf pemahamannya antara lain dengan cara :

a)      Menekankan pada kesadaran akan keberadaan dan ke-Esaan Allah SWT.

b)      Menumbuhkan rasa takut kepada Allah swt dan berkeyakinan kuat terhadap pertolongan-Nya dengan senantiasa berdo’a sebelum dan setelah beraktivitas.

c)      Membiasakan kalimat thayyibah dalam kehidupan sehari-hari, misalnya Subhanallah, innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji’ûn, Alhamdulillah dsb.

d)     Mengadakan tadabbur alam untuk menikmati dan mengagumi keagungan Allah swt.

 

  1. Shahihul Ibadah yaitu menumbuhkan karakter ahli ibadah kepada setiap peserta didik dengan menekankan pada Sholat yang khusuk dan thuma’ninah. Dengan cara antara lain

a)      Pembiasaan tertib berwudlu, shalat berjama’ah dan berdzikir sehabis shalat

b)      Pembiasaan puasa sunah bagi peserta didik mulai kelas V

c)      Menumbuhkan keberanian mengumandangkan adzan

d)     Menganalisis Buku Muthaba’ah yaumiyah setiap siswa setiap pekan

e)      Membiasakan menutup auratsecara baik dan benar  baik putra maupun putri

  1. Matinul Khuluqyaitu menanamkan nilai-nilai akhlaqul karimah kepada peserta didik dalam kondisi yang bagaimanapun juga dengan cara antara lain :
    1. Memperhatikan adab dalam bergaul secara benar baik dengan sejenis maupun lawan jenis
    2. Membiasakan tunduk pada antrean dan bersabar
    3. Tidak mengambil yang bukan miliknya.
    4. Berbicara sopan.
    5. Mencium tangan ustadz/ustadzah.
    6. Menyebarkan salam
    7. Memperhatikan adab-adab dalam kehidupan sehari-hari
    8. Berani mengakui kesalahan dan meminta maaf kepada sesame
    9. Menumbuhkan keberanian bertanya dengan mengangkat tangan.
    10. Membiasakan menutup mulut bila menguap sambil membaca ta’awudz.
    11. Membiasakan permisi bila melewati orang.
    12. Mengucapkan insya Allah bila berjanji.
    13. Tidak menonton film yang tidak Islami.

 

  1. Qawiyyul Jism yaitu menanamkan cinta dan gemar berolahraga, membangun kebiasan hidup sehat dengan memperhatikan pola-pola makan yang sehat dan memperhatikan lingkungan tinggal yang sehat
  2. Mutsaqaful fikr yaitu menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap ilmu dan teknologi sehingga menjadikan dirinya seorang yang berwawasan luas.
  3. Harishun Ala Waqtih yaitu menumbuhkan kepedulian terhadap pentingnya waktu bagi kehidupan sehingga mampu berhemat
  4. Munazamun Fi Su’unihi yaitu belajar tertib dalam segala urusan dimulai dari hal yang paling kecil, mudah dan dekat
  5. Qadirun Alal Kasbi yaitu menumbuhkan sikap kreatif dalam diri peserta didik untuk merangsang daya cipta, karsa dan karyanya sebagai wahana dan sarana visualisasi diri
  6. Mujahidun Linafsihi yaitu menumbuhkan sikap mawas diri dan menahan segala kehendak-kehendak pribadi dalam rangka meningkatkan kemampuan dalam pengendalian diri.
  7. Nafi’un Lighairihi yaitu membiasakan diri untuk beraktivitas yang bermanfaat bagi sesama dan lebih mengutamakan kepentingan bersama diatas kepentingan pribadi atau golongan.

 

E. Penanganan Peserta didik Bermasalah

  1. Penanganan peserta didik dilaksanakan berdasarkan kepada aturan-aturan secara Islami dan berbasis pada perkembangan psikologi anak.
  2. Penanganan peserta didik berdasarkan pada methode pembimbingan dan dilakuakn oleh kepala sekolah dan guru BK,  yang mencakup :
    1. Bimbingan Kepribadian
    2. Bimbingan Belajar
    3. Bimbingan social
    4. Bimbingan karier / bakat dan minat
    5. Penanganan peserta didik dilakukan segera setelah terjadi permasalahan
    6. Penangan dilakukan melalui prosedur yang telah ditetapkan berdasarkan SOP yang dibuat oleh guru BK bersama dengan kepala sekolah.

 

  6. Ketuntasan Belajar

Ketuntasan belajar setiap mata pelajaran ditentukan oleh guru dengan mempertimbangkan Kompleksitas (tingkat kesulitan materi), Sarana Pendukung (daya dukung), Intake Siswa (kemampuan siswa). Adapun Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah direncanakan pada tahun ini adalah :

 

Komponen

K  K  M

I

II

III

IV

V

VI

  1.  Mata Pelajaran
1.   Pendidikan Agama

75

75

75

75

75

80

2.   Pendidikan Kewarganegaraan

70

74

70

70

70

71

3.   Bahasa Indonesia

70

75

70

70

70

78

4.   Matematika

75

74

70

70

70

68

5.   Ilmu Pengetahuan Alam

70

74

70

70

75

75

6.   Ilmu Pengetahuan Sosial

75

73

70

72

71

74

7.   Seni Budaya dan Ketrampilan

75

75

70

70

70

70

8.   Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan

70

75

75

75

75

75

  1. Muatan Lokal
1. Bahasa Jawa

70

73

70

70

70

75

2. Seni Suara Daerah

75

75

70

70

70

70

3. Bahasa Inggris

-

-

70

70

70

70

  1. Bilingual

72

72

-

-

-

-

C. Pelajaran Khusus
 1. Al Qur’an

75

75

75

75

75

75

2. Bahasa Arab

-

-

70

70

70

70

3. Teknologi Informasi dan Komunikasi

70

71

70

70

70

75

4. Pramuka SIT

70

72

70

70

75

D.Pengembangan Diri

Minimal Baik

 

7. Kenaikan Kelas dan Kelulusan

 

         a.   Kenaikan Kelas

Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria  kenaikan

kelas diatur sebagai berikut :

  1. Siswa dinyatakan naik kelas apabila :

a. Tidak terdapat nilai di bawah KKM lebih dari 4 mata pelajaran.

b. Tidak memiliki nilai ? 50

c. Memiliki nilai minimal baik ( B ) untuk aspek kepribadian pada semester yang  diikuti.

  1. Siswa dinyatakan naik bersyarat apabila paling banyak memiliki 4 nilai mata pelajaran dibawah KKM masing-masing mata pelajaran.

 

 

  1. b.     Penilaian  Acuan Patokan ( PAP ) SKL Mata Pelajaran dan Muatan Lokal

No

Komponen

Nilai UAS

Nilai UASBN

Keterangan

Tertulis

Praktik

A

Mata Pelajaran

1

Pendidikan Agama

7,5

7,5

-

2

Pendidikan Kewarganegaraan

7,5

-

-

3

Bahasa Indonesia

-

7,5

5,5

4

Matematika

-

-

5,5

5

Ilmu Pengetahuan Alam

-

7,5

5,5

6

Ilmu Pengetahuan Sosial

7,5

-

-

7

Seni Budaya Keterampilan

7,5

7,5

-

8

Penjasorkes

7,5

7,5

-

B

Muatan Lokal

1

Bahasa Jawa

7,5

7,5

-

2

Seni Suara Daerah

-

7,5

-

3

Bahasa Inggris

7,5

7,5

-

C

Pelajaran Khusus

1

Al Qur’an

2

Bahasa Arab

3

Teknologi Informasi dan Komunikasi

 

 

  1. c.                                             Penilaian  Acuan Patokan ( PAP ) SKL Pengembangan Diri dan Kepribadian

No

Komponen

Nilai Komulatif

Keterangan

C

Pengembangan Diri

Semester  I

Semester  II

1

Pramuka SIT

B

B

2

Teknologi Informasi

B

B

3

Seni/Keterampilan/OR

B

B

D

Kepribadian Muslim

1

Salimul Aqidah

B

B

2

Shahihul Ibadah

B

B

3

Matinul Khuluq

B

B

4

Qowiyyul Jism

B

B

5

Mutsaqoful Fikri

B

B

6

Mujahidun Linafsih

B

B

7

Qadirun Alal Kasbi

B

B

8

Harishun Ala Waqtihi

B

B

9

Munazamun Fi Suunihi

B

B

10

Nafiun Li Ghoirihi

B

B

 

 

  1. d.      Kriteria Kelulusan

Kriteria kelulusan diatur sebagai berikut :

    1. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran di sekolah dasar secara penuh sejak kelas I sampai kelas VI dan selesai pada akhir tahun pelajaran.
    2. Peserta didik memiliki nilai rapor semester I dan II pada setiap kelas, sejak kelas I sampai kelas VI.
    3. Memperoleh nilai minimal baik untuk semua kelompok mata pelajaran ; Agama dan Akhlaq Mulia, Kewarganegaraan dan Kepribadian, Estetika, Jasmani Olahraga dan Kesehatan.
    4. Peserta didik telah mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh sekolah pada semua mata pelajaran dan memperoleh nilai yang memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan lulus oleh Departemen Pendidikan Nasional.
    5. Dinyatakan lulus oleh sekolah setelah melalui rapat Dewan Ustadz/ustadzah dan dipimpin Kepala Sekolah, yang membahas khusus tentang kelulusan bagi peserta didik kelas VI di sekolah dasar.

 

 

 

  1. 8.      Standar Mutu Lulusan SDIT

Standar mutu lulusan SD IT Umar Bin Khathab ditetapkan berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan sebagai berikut :

NO

KARAKTER

JAMINAN QUALITAS

1 SALIMUL AQIDAH( Keyakinan yang Lurus )
  • Meyakini segala kekuatan bersumber dari Allah SWT
  • Tidak meminta/berdo’a kepada selain Allah SWT
2 SHOHIHUL IBADAH( Beribadah dengan baik )
  • Mengerjakan shalat lima waktu tanpa disuruh
  • Berdzikir sederhana dan berdo’a sehabis shalat
  • Melaksanakan kewajiban puasa dengan baik
  • Rajin membaca Al-Qur’an
3 MATINUL KHULUQ( Akhlaqul Karimah )
  • Berbakti  kepada orang tua dan guru
  • Ihsan dalam bergaul
  • Menghargai hak bicara orang lain
4 MUTSAQOFUL FIKRI( Wawasan Luas )
  • Lulus  Tuntas
  • Rajin membaca buku
  • Hafal 2 juz Al Qur’an ( Juz 29 dan 30 )
  • Membaca Al-Qur’an dengan Tartil
  • Menguasai Komputer Dasar ( MS Word, Excel )
  • Bisa brawsing internet
  • Berbahasa Inggris dan atau Arab sederhana minimal pasif
5 QOWIYYUL JISM( Kesehatan Jasmani )
  • Gemar berolah raga
  • Semangat dalam beraktifitas
  • Berbudaya Hidup Bersih
  • Memperhatikan makanan sehat
6 MUJAHIDUN LINAFSIHI( Bersungguh-sungguh )
  • Dapat dan berkehendak menahan emosi
  • Mudah minta maaf dan memaafkan orang lain
  • Tertib dan Disiplin
  • Suka menabung dan berhemat
7 HARITSUN ‘ALAL WAQTIHI( Penggunaan Waktu )
  • Menggunakan waktu dengan kegiatan yang bermanfaat
  • Mempunyai jam / waktu  khusus untuk belajar
8 MUNADZAMUN FI SU’UNIHI( Tertata Aktivitasnya )
  • Dapat memilih acara TV yang bermanfaat
  • Shalat 5 waktu terprogram dengan baik
  • Memilih kegiatan yang bermanfaat

 

9 QADIRUN ‘ALAL KASBI( Bersikap Mandiri )
  • Mandiri dalam mengurus kebutuhannya
  • Produktif dengan hasil karya yang positif
  • Jeli dengan kesempatan yang ada
10 NAFI’UN LIGHAIRIHI( Bermanfaat bagi Sesama )
  • Cepat kaki dan ringan tangan
  • Bersikap dermawan
  • Mempunyai kepedulian social yang baik

 

 

  1. 9.      Pendidikan Kecakapan Hidup

Pendidikan kecakapan hidup di SD IT Umar Bin Khathab Juwana adalah kecakapan sederhana Tata Busana dan Tata Boga, sebagai berikut :

KELAS

MATERI

I

  • Memakai pakaian dengan baik dan benar
  • Mengenal jenis – jenis makanan

II

  • Melipat pakaian dengan baik dan benar
  • Menunjukkan klasifikasi makanan sehat dan tidak sehat

III

  • Mencuci pakaian dengan baik dan benar
  • Mengenal makanan tradisional dan menyehatkan

IV

  • Menyetrika pakaian dengan baik dan benar
  • Mengenal bahan makanan dan  bumbu

V

  • Membuat produk masakan tradisional ringan
  • Membatik sederhana

VI

  • Membuat  dan memasarkan produk makanan tradisional
  • Membatik dengan pola

 

10.  Pendidikan Berbasis Keunggulan Lokal dan Global

a. Keunggulan lokal SD IT Umar Bin Khathab adalah Program Hafalan Al Qur’an Juz  30 dengan tartil lengkap dengan penguasaan Tajwidnya, dengan kurikulum sebagai berikut :

 

KLS

Tgkt

Prog

Hal/Juz

Peraga

TM

Hafalan

I

Smt I

1

Jilid 1

1 – 40 Jilid 1 Ummi

45

An Nas – Al Lahab

2

Jilid 2

1 – 20 Jilid 2 Ummi

45

An Nashr – Al Ma’un

I

Smt II

2

Jilid 2

21 – 40 Jilid 2 Ummi

45

3

Jilid 3

1 – 40 Jilid 3 Ummi

45

Quraiys – At Takatsur

II

Smt I

4

Jilid 4

1 – 40 Jilid 4 Ummi

45

Al Qori’ah – Az Zalzalah

5

Jilid 5

1 – 20 Jilid 5 Ummi

45

Al Bayyinah – At Tin

II

Smt II

5

Jilid 5

21 – 40 Jilid 5 Ummi

45

6

Jilid 6

1 – 40 Jilid 6 Ummi

45

Al Insyiroh – Asy Syams

III Smt I

7

Al Qur’an

Juz 1 – 5 Al Qur’an

70

Al Balad –  Al Fajr

III Smt II

8

Al Qur’an

Juz 6 – 10 Al Qur’an

70

Al Ghosiyah – Ath Thoriq

IV Smt I

9

Al Qur’an

Juz 11 – 15 Al Qur’an

70

Al Buruj – Al Insyiqoq

Ghorib

Hal 1 – 14 Ghorib

IV Smt II

10

Al Qur’an

Juz 16 – 20 Al Qur’an

70

Al Muthaffifin – Al Infithor

Ghorib

Hal 15 – 28 Ghorib

V Smt I

11

Al Qur’an

Juz 21 – 25 Al Qur’an

70

At Takwir – Abasa

Tajwid

Hal 1 -10 Tajwid

V Smt II

12

Al Qur’an

Juz 26 – 30 Al Qur’an

70

An Nazi’at – An Naba’

Tajwid

Hal 11 – 20 Tajwid

VI Smt I

13

Tadarus 1

Juz 1 – 15 Ghorib –Tajwid

70

Muroja’ah Hafalan Juz 30

VI Smt II

14

Tadarus 2

Juz 16 – 30 Ghorib –Tajwid

70

 

b. Keunggulan global di SD IT Umar Bin Khathab  adalah Pelajaran Teknologi, Informasi dan Komunikasi, dengan kurikulum sebagai berikut :

KELAS

MATERI

I

Mengenal perangkat komputer

II

Membuat gambar dengan Paint

III

Menulis dengan MS WORDS

IV

Membuat data dengan tabel di MS EXCELLMengenal Internet

V

Membuat gambar  sederhana dengan Corell DrawMenjelajah Internet

VI

Membuat Presentasi dengan MS Power PointMembuat Blog di Internet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

KALENDER PENDIDIKAN

Kalender pendidikan adalah pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran. Kalender pendidikan mencakup permulaan tahun ajaran, minggu efektif belajar, waktu pembelajaran efektif, efektif fakultatif, dan hari libur. Berikut adalah kalender tersebut secara rinci.

A.      Pengaturan tentang permulaan tahun pelajaran

No. Tanggal Kegiatan

1

01 Maret -  30 Juni 2012 Proses PPDB, meliputi :

  1. Persiapan
  2. Pendaftaran pesdik baru
  3. Penjajagan potensi pesdik baru
  4. Pengumuman PPDB
  5. Pembagian seragam

2

01 – 07 Juli 2012 Raker Awal Tahun Pelajaran untuk merumuskan :

  1. Penyusunan Kurikulum Sekolah
  2. Program Pembelajaran
  3. Pembagian Tugas
  4. Pengaturan Jadual Pelajaran

 

3

09 – 11 Juli 2012 MOS Siswa Baru

 

  1. Jumlah Minggu Efektif Tahun Pelajaran 2012/2013

SEMESTER I

NO

BULAN

JME

HES

HEF

KTS

LU

LHB

LS

LPP

LHR

JML

1

JULI  ‘12

3

13

5

5

6

2

31

2

AGUSTUS  ‘12

3

12

5

1

12

29

3

SEPTEMBER  ‘12

4

25

5

30

4

OKTOBER  ‘12

4

20

2

5

1

28

5

NOPEMBER  ‘12

4

22

3

4

29

6

DESEMBER  ‘12

4

1

7

5

5

13

31

JUMLAH

22

93

22

10

21

19

2

12

178

 

 

SEMESTER II

NO

BULAN

JME

HES

HEF

KTS

LU

LHB

LS

LPP

LHR

JML

1

JANUARI  ‘12

4

24

2

4

1

31

2

PEBRUARI  ‘12

4

24

4

28

3

MARET  ‘12

4

24

5

2

31

4

APRIL  ‘12

4

14

7

5

4

30

5

MEI  ‘12

5

24

1

4

2

31

6

JUNI  ‘12

3

5

8

5

5

1

6

30

JUMLAH

24

115

18

10

26

6

6

181

 

KETERANGAN :

JME = Jumlah Minggu Efektif           LU   = Libur Umum                    LHR = Libur Hari Raya

HES = Hari Efaktif Sekolah              LHB = Libur Hari Besar              LS   = Libur Semester

HEF = hari Efetif Fakultatif               LPP = Libur Permulaan Puasa

 

JADWAL LIBUR SD IT UMAR BIN KHATHAB JUWANA

TAHUN 2012/2013

No.

Bulan

Tanggal

Keterangan

1

Juli 2012

20 – 22

Libur Permulaan Puasa

2

Agustus 2012

13 – 25

Libur Hari Raya Iedul Fitri dan Hari Besar
Oktober 2012

26

Libur Hari Raya Idul Adha 1433 H

4

November 2012

15

Tahun Baru Hijriyah

6

Januari 2013

1

Tahun Baru Masehi

7

24

Maulid Nabi  SAW

8

Maret 2013

12

Libur Hari Besar

9

29

Libur Hari Besar

10

Mei 2013

9

Libur Hari Besar

25

Libur Hari Besar

11

Juni 2013

5

Libur Hari Besar

 

 

PENJABARAN KALENDER PENDIDIKAN

SD IT UMAR BIN KHATHAB JUWAN KABUPATEN PATI

TAHUN PELAJARAN 2012 – 2013

N0

PELAKSANAAN

KEGIATAN

SASARAN

KET

1 1 Maret – 30 Mei 2011 Proses PPDB, meliputi :

a. Persiapan

b. Pendaftaran pesdik baru

c. Penjajagan potensi pesdik baru

d. Pengumuman PPDB

e. Pembagian seragamPeserta didik Baru 2012/2013 212 – 18 Juni 2012Penyusunan Kurikulum SekolahKepala Sekolah dan Waka Kur 312- 16 Juni 2011Raker Awal Tahun Pelajaran untuk merumuskan :

1. Program Pembelajaran

2. Pembagian Tugas

3. Pengaturan Jadual PelajaranKepala Sekolah dan Guru 49 – 11 Juli 2012MOS peserta didik baruPeserta Didik Baru 59 – 16 Juli 2012 Sore hariMatrikulasi kelas 7 baru bidang Bacaan Al Qur’an dan hafalan Al Qur’anPeserta Didik Baru 619 Juli 2012Tarhieb Ramadhan 1433 HWarga sekolah 720 – 22 Juli 2012Awal  PuasaWarga Sekolah 84 Agustus 2012Ifthar Jama’iWarga Sekolah 95 Agustus 2012Pembagia Parcel RamadhanKaum Dhuafa 1011 Agustus 2012Penarikan ZakatWarga Sekolah 1112 Agustus 2012SanlatsusOrtu Siswa 1213 – 25 Agustus 2012Libur Hari Raya Idul FitriWarga sekolah 1326 Agustus 2012Syawalan SekolahWarga Sekolah 148 September 2012Mengikuti Upacara HabesSiswa dan Guru 151 Oktober 2012Mengikuti Upacara HabesSiswa dan Guru 168 – 13 Oktober 2012Kegiatan Mid Semester GasalSiswa 1715 – 19 Oktober 2012Kegiatan Tengah SemesterWarga sekolah 1820 Oktober 2012Pembagian Hasil NilaiSiswa dan Orang Tua 1926 Oktober 2012Libur UmumWarga Sekolah 2027 Oktober 2012Kegiatan Idul Adha 1433 HWarga Sekolah 2110 November 2012Mengikuti Upacara HabesSiswa dan guru 2215 – 18 November 2012Mengikuti Kemwil VII JatengSiswa dan Guru 233 – 8 Desember 2012Ulangan Akhir Semester ISiswa 2410 – 14 Desember 2012Kegiatan Akhir Semester IWarga sekolah 2515 Desember 2012Pembagian Hasil NilaiOrang tua dan Siswa 2626 – 29 Desember 2012Raker Semester IIGuru dan Pegawai 271 Januari 2013Awal Masuk SekolahWarga sekolah 2824 Januari 2013Libur HabesWarga sekolah 2926 Januari 2013Pengajian Maulid NabiWarga sekolah 3012 Maret 2013Libur UmumWarga Sekolah 3129 Maret 2013Libur UmumWarga sekolah 321 – 6 April 2013UTS IISiswa 338 – 12 April 2013Kegiatan Tengah Semester IIWarga sekolah 3413 April 2013Pembagian NilaiSiswa dan Ortu 352 Mei 2013Mengikuti Upacara HabesWarga sekolah 369 mei 2013Libur UmumWarga sekolah 3720 Mei 2013Mengikuti Upacara habesWarga sekolah 3925 Mei 2013Libur UmumWarga sekolah 401 Juni 2013Pengajian Isro’ Mi’roj 1433 HWarga sekolah 415 Juni 2013Libur UmumWarga Sekolah 4210 – 15 Juni 2013UAS IISiswa 4317 – 21 Juni 2013Kegiatan Akhir Semester IIWarga Sekolah 4422 Juni 2013Pembagian Hasil NilaiSiswa dan Ortu 4524 – 29 Juni 2013Libur Akhir Tahun PelajaranWarga sekolah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB  V

PENGEMBANGAN  SILABUS

A. Pengertian Silabus

Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan atau kelompok mata pelajaran / thema tertentu yang mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran indikator, alokasi waktu, dan sumber / bahan / alat belajar. Silabus merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi pokok pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untuk penilaian.

 

B. Prinsip Pengembangan Silabus

1.    Ilmiah

Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan.

  1. Relevan

Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran, dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spiritual peserta didik.

  1. Sistematis

Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi.

  1. Konsisten

Adanya hubungan yang konsisten ( ajeg, taat azas ) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.

  1. Memadai

Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

  1. Aktual dan kontektual

Cakupan indikator, meteri pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi.

  1. Fleksibel

Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.

  1. Menyeluruh

Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi yaitu : Kognitif, Afektif, dan  Psikomotor .

 

C. Unit Waktu Silabus

  1. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan.

2.  Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok.

3.  Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum.

 

D.   Pengembang Silabus

Pengembangan silabus dilakukan oleh para guru secara berkelompok dalam sebuah workshop sekolah setiap awal semester yang bersangkutan dipimpin oleh kepala sekolah  dengan referensi dari berbagai macam sumber seperti sekelompok guru pemandu mata pelajaran dalam forum KKG JSIT Korda Pati, KKG guru kelas dan mata pelajaran di  Pusat Kegiatan Guru ( PKG ), dan Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Juwana.

 

E.   Langkah-langkah Pengembangan Silabus

1.   Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar  ( Analisis Indikator KD )

Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

a.  Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di Standar Isi.

b.  Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar dalam mata pelajaran.

c.  Keterkaitan antara Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar antar mata pelajaran.

2.   Mengidentifikasi Materi Pokok / Pembelajaran

 

Mengidentifikasi materi pokok / pembelajaran yang menunjang pencapaian Kompetensi Dasar dengan mempertimbangkan :

a.  potensi peserta didik,

b.  relevansi dengan karakteristik daerah,

c.  tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spiritual peserta didik,

d.  kebermanfaatan bagi peserta didik,

e.  struktur keilmuan,

f.  aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran,

g.  relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, dan

h.  alokasi waktu.

 

3.   Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran

 

Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik.

 

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut :

a.  Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.

b.  Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar.

c.  Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran.

d.  Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.

  1. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi

Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.

Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteritik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian.

 

5.   Penentuan Jenis Penilaian

Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.

Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis    dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian :

a.  Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi.

b.  Penilaian menggunakan acuan kriteria ; yaitu berdasarkan apa yang dapat dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.

c.  Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa.

d.  Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remidi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan, serta program akselarasi bagi peserta didik yang telah memenuhi ketuntasan ideal atau seluruh Kompetensi Dasar benar-benar telah selesai.

e.  Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka  evaluasi harus diberikan baik pada proses ( keterampilan proses ) misalnya teknik wawancara, maupun    produk / hasil melakukan observasi lapangan yang berupa informasi yang dibutuhkan.

 

6.   Menentukan Alokasi Waktu

Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar di dasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam.

 

7.   Menentukan Sumber Belajar

Sumber belajar adalah rujukan, objek dan atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak, dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya.

Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok / pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

 

PENUTUP

Seperti telah diuraikan pada awal pendahuluan bahwa fungsi Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa serta penumbuhan karakter kepribadian muslim selain mengembangkan dan memperkuat potensi pribadi juga menyaring pengaruh dari luar yang akhirnya dapat membentuk karakter peserta didik yang dapat mencerminkan budaya dan kepribadian seorang muslim yang menjunjung tinggi wawasan kebangsaan Indonesia. Upaya pembentukan karakter sesuai dengan budaya bangsa ini tentu tidak semata-mata hanya dilakukan di sekolah melalui serangkaian kegiatan belajar mengajar baik melalui mata pelajaran maupun serangkaian kegiatan pengembangan diri yang dilakukan di kelas dan luar sekolah. Pembiasaan-pembiasan (habituasi) dalam kehidupan, seperti: berpegang teguh pada aqidah yang kokoh, jujur, disiplin, Tasamuh ( toleran), kerja keras, cinta damai, tanggung-jawab, dan sebagainya perlu dimulai dari lingkup terkecil seperti keluarga sampai dengan cakupan yang lebih luas di masyarakat. Nilai-nilai tersebut tentunya perlu ditumbuhkembangkan yang pada akhirnya dapat membentuk pribadi karakter peserta didik yang selanjutnya merupakan pencerminan hidup suatu bangsa yang besar. Agar semua bisa berjalan dengan baik maka perlu diformalkan dalam bentuk Kurikulum Sekolah di SD IT Umar Bin Khathab Juwana

Kurikulum SD IT Umar Bin Khathab Juwana ini diberlakukan kepada semua warga sekolah, terutama peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan. Pembentukan budaya sekolah (school culture) dapat dilakukan oleh sekolah melalui serangkaian kegiatan perencanaan, pelaksanaan pembelajaran yang lebih berorientasi pada peserta didik, dan penilaian yang bersifat komprehensif. Perencanaan di tingkat sekolah pada intinya adalah melakukan penguatan dalam penyusunan kurikulum sekolah  SD IT Umar Bin Khathab Juwana, seperti menetapkan visi, misi, tujuan, struktur kurikulum, kalender akademik, dan penyusunan silabus. Keseluruhan perencanaan sekolah yang bertitik tolak dari melakukan analisis kekuatan dan kebutuhan sekolah akan dapat dihasilkan program pendidikan yang lebih terarah yang tidak semata-mata berupa penguatan ranah pengetahuan dan keterampilan melainkan juga sikap prilaku yang akhirnya dapat membentuk ahklak atau kepribadian muslim yang kaffah atau menyeluruh.

Pendidikan kepribadian muslim dan Budaya serta Karakter Bangsa bukan merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri atau merupakan nilai yang diajarkan, tetapi lebih kepada upaya penanaman nilai-nilai baik melalui mata pelajaran, program pengembangan diri maupun budaya sekolah. Peta nilai dan indikator yang disajikan dalam naskah ini merupakan contoh penyebaran nilai yang dapat diajarkan melalui berbagai mata pelajaran sesuai dengan standar kompetensi (SK) dan kompetensi dasar (KD) yang terdapat dalam standar isi (SI). Begitu pula melalui program pengembangan diri, seperti kegiatan rutin sekolah, kegiatan spontan, keteladanan, pengkondisian.  Perencanaan pengembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa ini perlu dilakukan oleh semua pemangku kepentingan di sekolah yang secara bersama-sama sebagai suatu komunitas pendidik diterapkan ke dalam kurikulum sekolah yang selanjutnya diharapkan menghasil budaya sekolah.

Penyajian pembelajaran yang bernuansa belajar yang berkarakter I2M3 ( Interaktif, Inovatif, Menyenangkan, Menantang dan Memotivasi ) dengan muatan budaya dan karakter Islami dan berwawasan kebangsaan perlu menjadi perhatian terutama dalam membelajarkan peserta didik. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan dari semua pihak pemerhati, pelaksana pendidikan untuk kesempurnaan yang akhirnya dapat memberikan pencerahan pelaksanaan di SD IT Umar Bin Khathab Juwana.

 

 

Juwana, 7 Juli 2012

Telah diperiksa

Pengawas Sekolah TK/SD

Drs. Sunarto, MM.

Pembina

NIP. 19630616 198304 1 004

Kepala

SD Islam Terpadu Umar Bin Khathab

Sutoyo, S.T.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR  PUSTAKA

 

 

 

1.     Dinas Pendidikan Kabupaten Pati. 2007.”Keputusan Kepala Dinas Pendidikan         Kabupaten Pati Nomor 421.2 / 3348 tanggal 22 November 2007 tentang Standar Isi Muatan Lokal Seni Suara Daerah ( SSD )”.Pati: Disdikkab Pati

2.     Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.2005.” Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor             : 895.5 / 01 / 2005, tanggal  23  Februari  2005 tentang Kurikulum Mata Pelajaran Bahasa Jawa untuk SD / SDLB / MI / SMP / SMPLB / MTs dan        SMA / SMALB / SMK / MA Negeri dan Swasta”. Semarang: Dinas P dan K Provinsi Jawa Tengah.

3.     Badan Standar Nasional Pendidikan.2006.”Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah”      Jakarta: Depdiknas.

4.     Depdiknas,2006.”Permendiknas Nomor 22 / 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

5.     ______   .2006.”Permendiknas Nomor 23 / 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”.Jakarta: Depdiknas.

6.     _____.    2006.”Permendiknas Nomor 24 / 2006 tentang Pelaksanaan Permendiknas Nomor 22 / 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah dan Permendiknas Nomor 23 / 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah”. Jakarta: Depdiknas.

7.     Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 / 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.

8.     Undang-UndangRI Nomor 20 / 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.