Subscribe via RSS Feed

DILEMA KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 yang akan diberlakukan pada tahun ajaran baru 2013/2014 menebar kegelisahan bagi guru-guru yang kritis. Beda halnya dengan guru yang manggut-manggut tidak peduli dengan kebijakan, bersikap masa bodoh, dengan dalih tugas kita hanya mengajar bukan menentukan kebijakan. Akhirnya guru dikungkung kurikulum.

     1. Konsep kurikulum baru 2013,menyulut banyak kecemasan

2. Soal perubahan bobot pelajaran, dan durasi pengajaran

3. Miskin urgensi & evaluasi, uji publik dituding hanya basa-basi

     4. Ada kesan tergesa-gesa, sekedar memenuhi waktu yang tertenggat

Pak Menteri Pendidikan M Nuh, menganggap bahwa permasalahan pendidikan adalah karena kurikulum sebelumnya masih banyak kekurangan sehingga perlu penyempurnaan.

Untuk membahas kontroversi Kurikulum 2013, berikut ini pandangan beberapa tokoh dan praktisi pendidikan :

“Saya diminta sebagai narasumber, tapi hanya sebatas itu. Sampai sekarang protes saya tidak dimasukkan” Yohanes Surya

 “Bagaimana IPA dimasukkan dalam pelajaran Bhs Indonesia? Indikatornya saja beda?” Yohanes Surya

 “Jika diintegrasikan, 70% materi IPA akan terpangkas” Yohanes Surya

 “Bisa tematik integratif diterapkan, tapi IPA harus dipisah sebagai mata pelajaran supaya indikatornya jelas” Yohanes Surya

 “Kalau mau kompromi, kelas 1-3 tematik, kelas 4-6 harus dipisahkan sebagai pelajaran tersendiri” Yohanes Surya

 “Kalau IPA mau dihilangkan sama sekali itu saya tentang benar. Sampai sekarang saya menentang “Yohanes Surya

 “Setiap minggu saya selalu teriak2 tentang yang integrasi IPA ini tapi tidak didengarkan” Yohanes Surya

 “Saya dan tim sudah pernah coba tapi tidak bisa buat pelajaran tematik untuk kelas 4-6. Tapi Tim Dikbud bilang bisa” Yohanes Surya

“Mana kajian atas naskah akademis kurikulum sebelumnya, sehingga perlu diubah.” Weilin

 “Boleh kurikulum berubah setiap periode, tapi kenapa berubahnya seperti ini?” Weilin

 “Betul sudah disiapkan sejak 2010, berarti ada kajian sebelumnya dong! Mana?” Weilin

 “Bahwa Kurikulum 2006 ada kekurangan2 misal persiapan guru, bukan kurikulumnya yg keliru” Weilin

 “Tidak ada alasan & latarbelakang jelas mengapa kita harus ubah kurikulum.” Retno

 “Kurikulum KTSP sebenarnya terbaik untuk Indonesia yg luas & majemuk“Retno

 “KTSP tidak jalan karena guru2 tidak pernah dilatih cara buat kurikulum sebab saat kuliah tidak ada mata kuliah kurikulum“Retno

 “Guru2 di Singapura dilatih 100jam/thn, tapi disini ada guru SD hingga pensiun tidak pernah ikut pelatihan. “ Retno

 “Tidak buat silabus bagi kami itu upaya rayu guru. Sebenarnya bukan itu yg kami butuhkan, kami butuh pelatihan.” Retno

 “Buat saya ini merupakan pembodohan, guru seolah dininabobokan, ke depan bisa turunkan kualitas pendidikan“Retno

 “Anak didik yg kritis dihasilkan dari guru kritis bukan guru yg serba dicekoki.” Weilin

“Bagaimana mungkin kita punya panduan sama, sementara Indonesia begitu beragam“Weilin

 “Dengan kurikulum 2013 anak2 akan senang dan mereka tidak dibenani bawa buku banyak” Musliar – Wamendikbud

 “Dengan KTSP, anak2 juga harusnya senang, ber-eksplorasi, ber-akselerasi, tidak ada yg beda dengan kurikulum baru” Weilin

 “Buku bukan kurikulum, sehingga harus dipertanyakan kenapa guru wajibkan anak bawa beban banyak “Weilin

 “Tematik integratif berhasil di sekolah2 mahal, karena mereka bisa beli buku apa saja, ke sekolah kenyang sudah sarapan pagi dsb “ Retno

 “Para guru yg biasanya ceramah, tiba2 tanpa pelatihan disuruh mengajarkan di luar. Keluar kemana?.” Retno

 “Kurikulum tidak sama dengan metode, yg perlu dipikirkan adalah kontennya” Weilin

 “Yang saya lihat bahan uji publik berbeda terus. bahan uji publik yg mana yg resmi“ Weilin

“Kami guru melihatnya tidak sekedar uji publik harus ada uji coba” Retno

 “Kami dengar dari DPR pada perubahan kurikulum ternyata tidak mencantumkan anggaran pelatihan guru“ Retno

 “Mustahil berhasil melatih guru dalam waktu singkat, sim-sala-bim rasanya” Retno

 “Harusnya dari awal pembuatan kurikulum tidak hanya melibatkan ahli, tapi juga melibatkan kami para guru.” Retno

 “Jika dipaksa diterapkan tahun ini, kurikulum tidak akan jalan. Guru tidak akan mampu mengimplementasikan” Retno

 “ini akan jadi dokumen semata dan mubazir. Buku yg dibuat triliyuran, juga akan mubazir“ Retno

 “Yang perlu adalah benahi guru. Kalau sudah dibenahi, saya yakin kurikulum apapun akan berhasil” Retno

Kesimpulan :

1. Setiap ide pembaharuan ditawarkan, lekas saja kecemasan itu datang

2. Kurikulum baru hadir dengan gugatan, soal karakter dalam pendidikan

3. Kurikulum memang bukanlah kitab suci yang tidak bisa dievaluasi

4.Tapi zaman menuntut perubahan, yang tidak sekedar tambal sulam kebijakan

5. Tantangan bukan hanya soal gagasan, melainkan keberhasilan pelaksanaan

6. Tak mungkin mengubah peserta didik, tanpa memperbaiki mutu pendidik

7. Ketika begitu banyak pengajaran, begitu sedikit sebenarnya pendidikan

8.  Sekolah seharusnya membebaskan jiwa, bukan mencetak kelas pekerja.

 

Category: Info Sekolah

About the Author:

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.